9 Kebiasaan Perawatan Rambut yang Justru Memicu Kerusakan
Rambut rusak bisa disebabkan oleh sembilan kebiasaan perawatan yang sering tidak disadari. Artikel ini membahas penyebab, detail setiap kebiasaan, serta solusi pencegahannya.
9 kebiasaan dalam perawatan rambut sehari-hari tanpa disadari seringkali menjadi pemicu utama kerusakan pada mahkota kamu.
Rambut sering disebut sebagai mahkota, sehingga kesehatan dan penampilannya penting untuk dijaga.
Rambut rusak adalah kondisi ketika rambut kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya. Akibatnya, rambut tampak kusam, bercabang, mudah patah, dan sulit diatur.
Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga masalah kesehatan tertentu dan kekurangan nutrisi.
Berikut adalah beberapa kebiasaan atau perawatan rambut yang tanpa disadari justru bisa merusak mahkota kamu:
1. Penggunaan Alat Styling Panas Berlebihan
Alat styling seperti catokan, hair dryer, dan pengeriting rambut menggunakan suhu tinggi untuk membentuk rambut.
Panas berlebih ini dapat merusak protein keratin alami rambut dan mengangkat lapisan pelindung (kutikula), menyebabkan rambut kehilangan kelembapan.
Rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan bercabang jika penggunaan rutin tanpa pelindung panas.
2. Penggunaan Bahan Kimia Keras pada Rambut
Proses kimia seperti pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan melibatkan bahan kimia kuat yang mengubah struktur internal rambut.
Bahan kimia ini dapat merusak lapisan kutikula, membuat rambut kehilangan kilau dan kelembutannya. Rambut tampak kusam, kering, bercabang, dan rapuh, dengan bleaching yang dapat mengurangi kekuatan rambut.
3. Keramas Terlalu Sering atau Cara Keramas yang Salah
Keramas setiap hari dapat menghilangkan minyak alami rambut (sebum) yang berfungsi sebagai pelembap dan pelindung.
Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan bahkan kulit kepala bisa memproduksi minyak berlebihan atau memicu ketombe.
Menggosok batang rambut dengan sampo terlalu keras saat keramas dapat menghancurkan kutikula, membuat rambut kusut dan kehilangan kilau.
4. Tidak Menggunakan Kondisioner atau Penggunaan yang Tidak Tepat
Kondisioner berfungsi untuk melembapkan rambut, mengurangi gesekan antar helai rambut, dan membuatnya lebih lembut setelah keramas.
Tidak menggunakan kondisioner setelah keramas dapat membuat rambut kehilangan kelembapan dan menjadi kering. Mengoleskan kondisioner di kulit kepala juga bisa membuat kulit kepala lepek dan berminyak.
5. Mengeringkan Rambut dengan Menggosok Handuk Terlalu Keras
Rambut dalam kondisi basah rentan dan rapuh. Menggosok rambut basah dengan handuk secara kasar dapat menyebabkan gesekan yang merusak kutikula.
Kebiasaan ini membuat tekstur rambut menjadi lebih kasar, mudah kusut, patah, dan rontok.
6. Menyisir Rambut Saat Basah atau Terlalu Sering/Kasar
Menyisir rambut saat basah adalah kebiasaan merusak karena rambut berada dalam kondisi paling rentan dan mudah patah.
Menyisir rambut terlalu sering atau menggunakan sisir yang tidak tepat juga dapat memberi tekanan berlebih pada batang rambut. Hal ini menyebabkan rambut rapuh dan rontok.
7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Gaya rambut seperti kuncir kuda atau kepang yang diikat terlalu kencang dan dalam waktu lama dapat menarik folikel rambut.
Kondisi ini menyebabkan rambut menjadi rapuh, mudah rontok, dan bahkan memicu kebotakan traksi. Gunakan ikat rambut berbahan lembut dan biarkan rambut terurai sesekali.
8. Terlalu Banyak Menggunakan Produk Rambut
Meskipun produk perawatan seperti vitamin rambut, kondisioner, atau hair protector penting, penggunaan yang berlebihan dapat membuat rambut terasa berat.
Hal ini bisa menumpuk residu dan menyebabkan dehidrasi, memicu rambut bercabang dan kusam. Sebaiknya pilih beberapa produk esensial yang sesuai dengan kebutuhan rambut kamu.
9. Jarang Memotong Ujung Rambut (Trimming)
Ujung rambut yang bercabang (split ends) tidak dapat diperbaiki, hanya bisa dihilangkan.
Jika dibiarkan, cabang akan terus naik ke batang rambut, membuat rambut tampak kering, kusam, dan memperparah kerusakan secara keseluruhan.
Rutin memotong ujung rambut setiap 6-12 minggu membantu mencegah rambut bercabang dan menjaga rambut tetap sehat.
Untuk mengembalikan dan menjaga kesehatan rambut, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan.
Pilih produk yang tepat sesuai jenis rambut dan batasi penggunaan alat panas dengan selalu memakai heat protectant.
Rutin aplikasikan masker rambut atau minyak alami 1-2 kali seminggu untuk menutrisi dan melembapkan.
Potong ujung rambut secara berkala setiap 2-3 bulan sekali untuk menghilangkan rambut bercabang.
Perhatikan nutrisi dari dalam dengan konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, zat besi, vitamin D, dan zinc, serta minum air putih yang cukup.
Lindungi rambut dari lingkungan dengan topi atau scarf dari paparan sinar matahari langsung dan polusi.
Hindari bahan kimia berlebihan dan keramas dengan benar sesuai kebutuhan rambut, fokuskan sampo pada kulit kepala, serta gunakan air dingin atau suam-suam kuku.
Keringkan rambut dengan lembut setelah keramas, bungkus dengan handuk lalu biarkan kering alami.
Sisir rambut dengan hati-hati saat sudah setengah kering atau kering sepenuhnya, dan hindari ikatan rambut kencang.
Merawat rambut agar tetap sehat dan berkilau memang membutuhkan konsistensi dan perhatian terhadap kebiasaan sehari-hari.
Dengan menghindari praktik-praktik yang merusak dan menerapkan perawatan yang tepat, kamu dapat mengembalikan dan menjaga kesehatan rambut, membuatnya kuat, indah, dan bercahaya alami.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, loreal-paris.co.id, halodoc.com, lombokbaratkab.go.id, femina.co.id, cnbcindonesia.com, popbela.com, cosmopolitan.co.id.
