Sabtu, 12 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

6 Jenis Rambut Bercabang yang Perlu Kamu Ketahui

✍️ Dewi 🕒 12 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
bercabang8
bercabang8 Foto: garnierusa.com

Rambut bercabang bisa menjadi indikator kerusakan pada rambut. Kenali enam jenis utamanya beserta penyebab umum dan cara efektif mengatasinya agar rambut kamu sehat kembali.

6 jenis rambut bercabang dapat menjadi tanda kesehatan rambut yang memerlukan perhatian. Rambut bercabang, atau secara medis disebut schizotrichia atau trichoptilosis, merupakan kondisi umum di mana ujung rambut terbelah menjadi dua bagian atau lebih. Kerusakan pada lapisan pelindung terluar rambut atau kutikula menyebabkan serat keratin di dalamnya terpapar dan kehilangan kelembapan. Kondisi ini sering menjadi indikator rambut yang tidak sehat, kering, rapuh, kusam, dan sulit diatur.

Mengenali Jenis-jenis Rambut Bercabang

Memahami jenis rambut bercabang dapat membantu menentukan tingkat kerusakan dan perawatan yang tepat bagi kesehatan rambut kamu. Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat keparahan yang berbeda.

1. Cabang Klasik

Cabang Klasik merupakan jenis yang paling umum ditemukan pada rambut. Ujung rambut akan terbelah menjadi dua bagian secara merata, menyerupai bentuk huruf 'Y' atau ekor ikan.

Kondisi ini terjadi di ujung helai rambut dan menandakan rambut sudah terlalu lama tidak dipotong atau mengalami gesekan berulang.

Jika tidak segera ditangani, percabangan ini berpotensi merambat lebih jauh ke atas batang rambut.

2. Cabang Mini

Cabang Mini memiliki kemiripan dengan cabang klasik, namun percabangannya masih kecil dan hanya terjadi di ujung paling akhir helai rambut.

Jenis ini adalah tahap awal rambut bercabang dan seringkali mengindikasikan rambut mulai kekurangan nutrisi atau kandungan air.

Kondisi rambut dengan cabang mini masih bisa diselamatkan melalui perawatan yang tepat dan konsisten.

3. Cabang Tidak Sempurna (Partial Split / Incomplete Split Ends)

Cabang Tidak Sempurna menunjukkan helai rambut yang melemah pada titik tertentu, namun belum sepenuhnya terbelah.

Terkadang kondisi ini membentuk lubang kecil seperti lubang jarum di tengah batang rambut, atau hanya terlihat menipis di satu sisi.

Jenis ini lebih sulit dideteksi karena tidak langsung terlihat terbelah, dan bisa terjadi di ujung atau sepanjang batang rambut.

Kondisi ini menunjukkan adanya titik lemah pada rambut yang, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi cabang penuh.

4. Cabang Pohon (Tree Split Ends / Feathered Split Ends)

Cabang Pohon ditandai dengan ujung rambut yang terbelah menjadi beberapa cabang kecil, menyerupai dahan pohon atau bulu.

Kondisi ini terjadi di ujung rambut dan menandakan kerusakan rambut yang sudah parah. Perawatan intensif dibutuhkan karena kutikula rambut sudah rusak dan tidak dapat menyatu kembali.

5. Cabang Lilin (Candle Split Ends / Taper Split Ends)

Cabang Lilin memperlihatkan ujung rambut yang tidak terbelah, tetapi terlihat mengerucut atau semakin menipis dibandingkan bagian atasnya. Kondisi ini terjadi di ujung rambut dan menandakan struktur rambut mengalami pelemahan secara perlahan. Kekurangan nutrisi atau terlalu sering terpapar panas dari alat styling menjadi penyebab utamanya, dan jika dibiarkan, rambut akan makin rapuh serta mudah patah.

6. Simpul Untai Tunggal (Single Strand Knots / Fairy Knots)

Simpul Untai Tunggal ditandai dengan rambut yang melilit pada dirinya sendiri, membentuk simpul kecil yang sulit diurai.

Kondisi ini sering terjadi di sepanjang helai rambut, terutama pada rambut keriting atau bertekstur.

Meskipun bukan 'cabang' dalam arti terbelah, simpul ini menyebabkan rambut mudah kusut, rapuh, dan rentan patah, sehingga sering dikaitkan dengan masalah rambut bercabang.

Penyebab Rambut Bercabang

Rambut bercabang disebabkan oleh kerusakan pada kutikula, yaitu lapisan pelindung luar rambut, yang membuat serat rambut di dalamnya terbuka dan terbelah. Beberapa faktor pemicu utama dapat menyebabkan kerusakan ini. Paparan panas berlebih dari penggunaan alat styling seperti hair dryer dan catokan terlalu sering dapat merusak lapisan pelindung rambut dan menghilangkan kelembapan alami. Proses kimiawi berulang seperti pewarnaan, pelurusan, atau bleaching juga membuat batang rambut rapuh dan rentan bercabang. Paparan sinar matahari langsung dan penggunaan produk rambut berbahan keras yang mengandung sulfat atau alkohol juga dapat menghilangkan kelembapan alami rambut.

Cara menyisir yang salah, seperti menyisir terlalu keras atau saat rambut masih basah, dapat menyebabkan batang rambut rusak.

Keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami pelindung, sementara jarang keramas dapat menyebabkan penumpukan kotoran.

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dengan karet elastis juga menyebabkan gesekan dan tekanan berlebih. Kurangnya nutrisi dari makanan dan dehidrasi juga membuat rambut kering dan rapuh.

Gesekan berlebihan, misalnya saat menggosok rambut dengan handuk kasar atau tidur dengan sarung bantal katun, juga dapat merusak rambut.

Solusi Mengatasi Rambut Bercabang

Sayangnya, rambut bercabang tidak dapat diperbaiki atau disatukan kembali karena batang rambut adalah jaringan mati. Satu-satunya cara efektif untuk menghilangkannya adalah dengan memotong bagian yang rusak.

Namun, ada beberapa langkah pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga kesehatan rambut.

Memotong ujung rambut secara rutin setiap 6 hingga 8 minggu sekali penting untuk menghilangkan bagian yang rusak dan mencegah percabangan merambat ke atas. Selalu gunakan kondisioner setelah keramas untuk menjaga kelembapan, dan aplikasikan masker rambut minimal seminggu sekali untuk nutrisi ekstra. Batasi penggunaan alat styling panas; jika harus menggunakannya, aplikasikan hair oil atau serum pelindung panas terlebih dahulu dengan suhu rendah.

Pilih produk perawatan rambut yang lembut, seperti sampo tanpa sulfat dan alkohol yang dapat menghilangkan kelembapan alami rambut.

Sisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang, terutama saat rambut basah, untuk mengurangi tarikan.

Lindungi rambut dari paparan lingkungan dengan topi atau produk pelindung UV saat di luar ruangan.

Keringkan rambut dengan hati-hati menggunakan handuk mikrofiber atau biarkan mengering alami tanpa menggosok kasar. Hindari ikatan rambut yang terlalu kencang dan gunakan ikat rambut berbahan lembut.

Penuhi nutrisi rambut dari dalam dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin, mineral, dan omega-3, serta pastikan asupan air putih yang cukup.

Bahan alami seperti minyak argan, kelapa, atau lidah buaya juga dapat dioleskan pada ujung rambut untuk menutrisi dan melembapkan.

Memahami jenis, penyebab, dan solusi rambut bercabang adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan keindahan mahkota kepala kamu.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, serta menghindari kebiasaan yang merusak, masalah rambut bercabang dapat diminimalisir, membuat rambut kembali sehat, kuat, dan terawat.

Jika masalah rambut bercabang tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter atau ahli rambut untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, sensatia.com, liputan6.com, themensclinic.co.id, alodokter.com, tempo.co, orami.co.id, kompas.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update