Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

6 Jenis Ketombe, Penyebab dan Ciri-cirinya yang Penting untuk Diketahui

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
pic8
pic8 Foto: jawapos.com

Mengenali jenis ketombe adalah langkah penting untuk penanganan yang efektif. Ada enam jenis ketombe dengan penyebab dan ciri-ciri yang berbeda, mulai dari yang kering hingga kondisi kulit kepala yang lebih kompleks.

6 jenis ketombe memiliki penyebab dan ciri-ciri yang berbeda, sehingga memerlukan penanganan spesifik.

Ketombe adalah masalah kulit kepala umum yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit mati, seringkali disertai rasa gatal.

Meskipun sering dianggap sepele, ketombe dapat mengganggu penampilan dan kenyamanan.

Penting untuk memahami bahwa ketombe tidak selalu sama, karena ada berbagai jenis ketombe dengan penyebab dan ciri-ciri yang berbeda.

Mengenali jenis ketombe yang dialami adalah langkah pertama untuk menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

1. Ketombe Kering

Ketombe jenis ini terjadi ketika kulit kepala kehilangan kelembapan alaminya dan menjadi terlalu kering.

Faktor pemicunya meliputi cuaca dingin dan kering, sering keramas dengan air panas, kurangnya asupan cairan tubuh, atau penggunaan produk perawatan rambut yang menghilangkan minyak alami kulit kepala.

Serpihan ketombe kering biasanya berwarna putih, berukuran kecil, halus, dan mudah rontok dari rambut atau jatuh ke pakaian.

Kulit kepala sering terasa kencang, kering, dan gatal ringan hingga sedang, namun tidak ada kemerahan atau peradangan yang signifikan.

2. Ketombe Berminyak/Basah

Jenis ketombe ini disebabkan oleh produksi minyak alami (sebum) yang berlebihan di kulit kepala.

Minyak berlebih ini bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati, menciptakan lingkungan yang ideal untuk penumpukan. Pemicunya bisa karena pubertas, kehamilan, stres, atau frekuensi keramas yang tidak teratur.

Serpihan ketombe berminyak cenderung lebih besar, lengket, dan berwarna kekuningan.

Serpihan ini sering menempel kuat pada kulit kepala dan batang rambut, sulit dilepaskan, serta kulit kepala terasa lepek, gatal intens, berminyak, dan terkadang terlihat kemerahan atau meradang, bahkan bisa menimbulkan bau tidak sedap.

3. Ketombe Akibat Jamur Malassezia

Jamur Malassezia globosa secara alami hidup di kulit kepala kebanyakan orang dewasa.

Namun, jika pertumbuhannya berlebihan, terutama pada kulit kepala berminyak atau dalam kondisi udara panas dan lembap, jamur ini dapat mengiritasi kulit kepala dan mempercepat pergantian sel kulit, yang berujung pada ketombe.

Ketombe jenis ini ditandai dengan serpihan berwarna putih atau kekuningan dan kulit kepala yang terasa gatal.

Seringkali sulit dibedakan dari ketombe berminyak karena jamur ini tumbuh subur di lingkungan yang kaya minyak.

4. Ketombe Akibat Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang sering muncul di area tubuh yang banyak kelenjar minyaknya, termasuk kulit kepala.

Kondisi ini diduga dipicu oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan dan produksi minyak yang berlebih.

Faktor risiko meliputi sistem imun yang lemah, gangguan saraf seperti penyakit Parkinson atau depresi, paparan cuaca ekstrem, kelelahan, dan stres.

Gejala lebih parah dari ketombe biasa, meliputi ketombe yang membandel (sulit hilang), serpihan putih atau kekuningan yang lengket dan tebal, kulit kepala gatal parah, kemerahan, bersisik atau kerak tebal, dan terasa berminyak.

Kondisi ini juga bisa menyebar ke area lain seperti alis, sisi hidung, telinga, atau dada.

5. Ketombe Akibat Sensitivitas Produk Rambut (Dermatitis Kontak)

Ketombe ini muncul sebagai reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan kimia tertentu yang terkandung dalam produk perawatan rambut.

Produk tersebut bisa berupa sampo, kondisioner, gel, pomade, hair spray, atau pewarna rambut. Kulit kepala terasa gatal, kemerahan, dan bersisik.

Munculnya serpihan ketombe biasanya terjadi setelah mengganti atau menggunakan produk rambut tertentu yang tidak cocok.

6. Ketombe Akibat Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis kulit kepala adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit sehat, menyebabkan sel kulit beregenerasi terlalu cepat dalam hitungan hari.

Faktor pemicu meliputi genetik, stres, infeksi, cuaca dingin, dan konsumsi alkohol.

Berbeda dengan ketombe biasa, psoriasis kulit kepala ditandai dengan bercak merah, menebal, dan bersisik perak atau abu-abu yang tebal.

Kondisi ini menyebabkan gatal ekstrem, nyeri, atau sensasi panas, dan serpihan cenderung lebih tebal serta sulit dilepaskan.

Psoriasis bisa meluas hingga ke dahi, belakang leher, atau sekitar telinga, dan terkadang disertai rambut rontok serta kulit kepala berdarah jika digaruk.

Memahami berbagai jenis ketombe beserta penyebab dan ciri-cirinya adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Setiap jenis ketombe memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan rumahan atau sampo antiketombe biasa, atau jika disertai gejala parah seperti gatal ekstrem, kemerahan signifikan, bercak bersisik tebal, atau rambut rontok berlebihan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pembaca diharapkan memastikan sendiri informasi terkini sebelum berkonsultasi atau memutuskan perawatan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: clearhaircare.com, detik.com, halodoc.com, columbiaasia.co.id, alodokter.com, cnfstore.com, watsons.co.id, merdeka.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update