5 Kebiasaan Sepele Ini Sebabkan Rambut Ketombe
Ketombe dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Kenali lima kebiasaan sepele sehari-hari yang sering diabaikan, namun berpotensi besar menyebabkan rambut berketombe, lengkap dengan solusi pencegahannya.
Sekitar 50% orang dewasa di seluruh dunia mengalami ketombe, kondisi umum yang ditandai dengan serpihan kulit kepala berwarna putih atau kuning yang mudah terlihat di rambut dan sering berjatuhan ke bahu.
Kondisi ini, meskipun tidak menular dan jarang menimbulkan masalah kesehatan serius, dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Ketombe terjadi ketika proses pergantian sel kulit kepala berlangsung terlalu cepat, menyebabkan sel kulit mati menumpuk dan terlihat sebagai serpihan.
Salah satu penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia globosa yang hidup di kulit kepala semua orang. Selain itu, kulit kepala yang terlalu kering dapat mengelupas, sementara produksi minyak (sebum) berlebih dapat bereaksi dengan kotoran dan jamur, menyebabkan ketombe. Dermatitis seboroik, kondisi kulit yang menyebabkan kulit berminyak, merah, dan bersisik, juga sering terjadi di kulit kepala dan memicu ketombe.
Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan ketombe meliputi jenis kelamin laki-laki, usia di bawah 20 tahun atau masa pubertas, memiliki tipe rambut dan kulit kepala berminyak, serta penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh seperti HIV.
Gangguan sistem saraf seperti penyakit Parkinson, tinggal di daerah beriklim dingin, terlalu sering menggunakan topi, dan kurang asupan vitamin B juga berkontribusi pada masalah ketombe.
Banyak kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele justru bisa menjadi pemicu utama munculnya ketombe di rambut kamu.
1. Jarang Keramas
Kebiasaan pertama adalah jarang keramas atau tidak keramas secara rutin. Menunda keramas terlalu lama menyebabkan penumpukan kotoran, minyak (sebum), dan sel kulit mati di kulit kepala. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur Malassezia untuk berkembang biak. Minyak berlebih dan sel kulit mati yang tidak terangkat memicu iritasi dan pengelupasan kulit kepala. Penumpukan sebum dan kotoran ini menjadi makanan bagi jamur Malassezia. Untuk mengatasi ini, keramaslah secara teratur, bahkan setiap hari dengan sampo antiketombe yang lembut dan efektif jika memiliki kulit kepala berminyak.
2. Membilas Sampo Kurang Bersih
Kebiasaan kedua yang sering diabaikan adalah tidak membilas sampo dengan bersih. Sisa-sisa sampo atau produk perawatan rambut yang tidak dibilas secara menyeluruh dapat mengiritasi kulit kepala.
Residu ini mempercepat pembaruan sel-sel kulit dan meninggalkan penumpukan sel kulit mati serta minyak berlebih, yang kemudian menyebabkan ketombe dan rasa gatal.
Residu produk dapat menyumbat folikel rambut dan menciptakan kondisi tidak sehat bagi kulit kepala.
Pastikan untuk membilas rambut hingga benar-benar bersih setelah keramas, tidak ada sisa produk yang tertinggal di kulit kepala.
3. Salah Pilih Produk Rambut
Ketiga, sering gonta-ganti sampo atau menggunakan produk yang tidak sesuai atau berlebihan. Asal-asalan memilih produk perawatan rambut atau terlalu sering mengganti merek sampo dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala. Sampo yang tidak cocok dengan jenis rambut bisa memicu produksi minyak berlebih. Penggunaan produk penataan rambut seperti hair spray atau pomade dengan kandungan keras secara berlebihan tanpa pembersihan rutin juga dapat menyebabkan penumpukan residu yang memicu ketombe. Kulit kepala bisa menjadi alergi atau iritasi terhadap bahan kimia tertentu, yang kemudian memicu pengelupasan dan ketombe. Pilihlah produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan spesifik rambut serta kulit kepala kamu, serta selalu periksa bahan-bahan di dalamnya untuk memastikan tidak ada yang dapat mengiritasi. Gunakan sampo antiketombe yang terbukti secara klinis.
4. Tidur dengan Rambut Basah
Kebiasaan keempat yang harus dihindari adalah tidur dengan rambut basah. Kebiasaan ini dapat merusak kutikula rambut dan membuat kulit kepala menjadi lembap. Kondisi kulit kepala yang lembap merupakan faktor risiko mendukung pertumbuhan jamur Malassezia, penyebab utama ketombe. Pastikan rambut kamu benar-benar kering sempurna sebelum tidur untuk menghindari kelembapan berlebih pada kulit kepala.
5. Jarang Menyisir Rambut
Terakhir, jarang menyisir rambut juga dapat menyebabkan ketombe.
Malas menyisir rambut tidak hanya membuat rambut tampak tidak rapi, tetapi juga menghambat distribusi minyak alami rambut (sebum) secara merata ke seluruh batang rambut.
Akibatnya, minyak menumpuk di kulit kepala, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Menyisir juga membantu meluruhkan kotoran dan sel kulit mati yang menempel di kulit kepala.
Sisir rambut secara teratur, misalnya tiga kali sehari. Ini membantu mengelupas kulit kepala secara alami, meningkatkan sirkulasi darah, dan mendistribusikan minyak.
Menyisir sebelum keramas juga dapat meningkatkan efektivitas sampo antiketombe.
Mengatasi ketombe membutuhkan perawatan yang konsisten dan pencegahan yang tepat. Gunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfida, ketoconazole, atau asam salisilat. Pijat kulit kepala secara merata dan perlahan saat menggunakan sampo, biarkan selama 5 menit sebelum dibilas. Keramas dengan air hangat atau dingin, hindari air panas yang dapat mengeringkan kulit kepala.
Kelola stres dengan mempraktikkan teknik relaksasi, karena stres dapat memicu atau memperburuk ketombe akibat menurunkan daya tahan tubuh. Konsumsi makanan sehat yang kaya zinc, vitamin B, dan lemak sehat juga dapat membantu mencegah ketombe. Selain itu, batasi penggunaan alat penata rambut dengan panas berlebihan. Beberapa bahan alami seperti minyak kelapa, lidah buaya, soda kue, cuka apel, tea tree oil, air lemon/jeruk nipis, dan masker pisang juga dapat membantu. Jika ketombe tidak membaik setelah 1 bulan penggunaan sampo antiketombe atau disertai gejala lain seperti peradangan parah, ruam, atau rambut rontok, segera konsultasikan dengan dokter atau dermatolog. Pembaca diimbau memastikan sendiri informasi terkini sebelum memutuskan.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, headandshoulders.co.id, columbiaasia.co.id, halodoc.com, kemkes.go.id, watsons.co.id, hellosehat.com, cnnindonesia.com.
