Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

3 Faktor Utama Penyebab Rambut Mudah Patah dan Cara Mencegahnya

✍️ Dewi 🕒 29 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
pic8
pic8 Foto: dove.com

Rambut rapuh seringkali membuat tampilan kusam dan kehilangan kilau. Ketahui tiga faktor utama yang menyebabkan rambut mudah patah, mulai dari penggunaan alat panas hingga kurangnya nutrisi, serta cara efektif untuk mencegahnya.

Rambut yang mudah patah merupakan kondisi ketika helai rambut terputus di sepanjang batangnya, bukan dari akarnya.

Kondisi ini sering kali ditandai dengan munculnya rambut-rambut pendek di sekitar garis rambut atau ujung yang bercabang, membuat tampilan rambut menjadi kusam, rapuh, dan kehilangan kilau alaminya.

Memahami penyebab utama rambut mudah patah penting untuk dapat menerapkan perawatan yang tepat dan mengembalikan kekuatan rambut.

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas dan Proses Kimiawi Berlebihan

Penggunaan alat penata rambut panas seperti catokan, pengering rambut, atau pengeriting rambut dengan suhu tinggi secara berlebihan dapat menjadi pemicu utama kerusakan.

Suhu di atas 125°C yang diterapkan selama lebih dari satu menit berpotensi menghilangkan kelembapan alami rambut, merusak struktur kutikula, dan menyebabkan rambut menjadi kering, rapuh, serta mudah patah.

Selain itu, proses kimiawi seperti pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan permanen juga menggunakan bahan kimia keras yang secara permanen merusak struktur protein rambut.

Kerusakan ini membuat rambut rapuh dan rentan terhadap patah.

2. Kebiasaan Perawatan Rambut yang Salah

Beberapa kebiasaan dalam merawat rambut dapat memperburuk kondisi rambut.

Menyisir rambut saat masih basah menjadi kebiasaan buruk karena rambut dalam kondisi paling rapuh dan mudah rusak saat basah, dengan elastisitas yang menurun.

Terlalu sering keramas juga dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala, menyebabkan rambut menjadi kering dan rentan patah.

Menggosok rambut terlalu kencang dengan handuk setelah keramas dapat merusak kutikula akibat gesekan kasar, sementara jarang menggunakan kondisioner membuat rambut kurang lembap, sulit diatur, dan meningkatkan risiko patah.

Mengikat rambut terlalu kencang atau menggunakan gaya rambut ketat juga memberikan tekanan berlebih pada batang rambut, merusak struktur hingga ke akarnya.

3. Kekurangan Nutrisi dan Faktor Internal

Asupan nutrisi yang tidak memadai turut berkontribusi pada kerapuhan rambut.

Kekurangan protein, asam lemak omega-3, zat besi, zinc, serta vitamin A, C, E, dan B dapat mengganggu pertumbuhan dan regenerasi sel rambut, membuatnya rapuh, kusam, dan kering.

Stres berlebihan juga menjadi pemicu rambut patah.

Kondisi kesehatan tertentu seperti perubahan hormon akibat kehamilan, pasca melahirkan, atau menyusui, penyakit tiroid, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun, diabetes, lupus, demam tinggi, anemia parah, atau penurunan berat badan drastis juga dapat menyebabkan rambut rapuh.

Paparan sinar matahari berlebihan, angin, air klorin dari kolam renang, atau air laut yang asin dapat merusak protein keratin dan mengikis lapisan pelindung alami rambut, menjadikannya kering dan rapuh.

Tips Pencegahan Rambut Mudah Patah

Untuk mencegah rambut mudah patah, beberapa langkah dapat diterapkan secara konsisten. Pertama, batasi penggunaan alat penata rambut panas dan selalu gunakan produk pelindung panas sebelum styling.

Kurangi frekuensi pewarnaan atau bleaching rambut, berikan jeda waktu yang cukup antar proses kimiawi, dan gunakan produk pelindung rambut.

Kedua, terapkan rutinitas perawatan rambut yang tepat dengan menggunakan sampo dan kondisioner khusus untuk rambut rapuh, rusak, atau yang mengandung protein dan keratin, serta pilih sampo bebas sulfat dan kondisioner dengan bahan pelembap.

Selalu gunakan kondisioner setelah keramas, aplikasikan dari tengah hingga ujung rambut, dan hindari keramas dengan air panas.

Keringkan rambut dengan lembut, hindari menggosok kasar dengan handuk, dan biarkan kering secara alami jika memungkinkan.

Sisir rambut dengan hati-hati menggunakan sisir bergigi jarang atau sikat yang lembut, hindari menyisir saat masih basah.

Rutin gunakan masker rambut atau vitamin/serum rambut untuk nutrisi mendalam, lakukan hot oil treatment dengan minyak kelapa atau zaitun, dan potong ujung rambut secara teratur setiap 6-8 minggu untuk menghilangkan ujung bercabang.

Ketiga, penuhi nutrisi rambut dari dalam dengan mengonsumsi makanan kaya protein, omega-3, zat besi, zinc, dan vitamin E.

Pastikan juga minum air mineral yang cukup, dan pertimbangkan suplemen biotin jika diperlukan untuk memperkuat folikel rambut.

Keempat, lindungi rambut dari faktor lingkungan dengan menggunakan topi, scarf, atau produk pelindung rambut dengan UV filter saat beraktivitas di luar ruangan.

Hindari paparan berlebihan terhadap klorin di kolam renang atau air laut, serta gunakan sarung bantal satin atau sutra saat tidur untuk mengurangi gesekan.

Kelima, kelola stres dengan baik, tidur cukup, dan olahraga teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mengatasi rambut yang mudah patah membutuhkan pendekatan komprehensif dan konsisten.

Dengan memahami penyebab utamanya serta menerapkan tips pencegahan dan perawatan yang tepat, kamu dapat membantu rambut kembali menjadi sehat, kuat, dan berkilau.

Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi terkini mengenai produk atau perawatan sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, alodokter.com, liputan6.com, sunsilk.co.id, popmama.com, fimela.com, kapanlagi.com, loreal-paris.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update