Jumat, 18 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

2 Faktor Kimia Penyebab Kerusakan Rambut yang Perlu Kamu Ketahui

✍️ Dewi 🕒 18 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
rusak7
rusak7 Foto: ya-manusa.com

Rambut rusak seringkali dipicu oleh proses kimia. Artikel ini membahas dua faktor utama, yaitu pewarnaan dan pelurusan rambut, beserta penyebab lain dan solusi efektif untuk mengembalikan kesehatan rambut.

2 faktor kimia seringkali menjadi penyebab utama kerusakan rambut yang dapat mengurangi penampilan serta rasa percaya diri seseorang.

Kondisi rambut rusak terjadi ketika mahkota kepala itu kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya.

Ciri-ciri rambut rusak meliputi kering, kusam, mudah patah, bercabang, kusut, mengembang, serta sulit diatur.

Kerusakan rambut dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik dari luar maupun dalam tubuh, termasuk paparan lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga masalah kesehatan.

Salah satu penyebab utama kerusakan rambut adalah proses kimia yang sering dilakukan dalam penataan rambut. Proses ini secara signifikan memengaruhi struktur alami rambut, membuatnya rentan terhadap berbagai masalah.

1. Pewarnaan Rambut

Pewarnaan rambut, termasuk proses bleaching, melibatkan penggunaan bahan kimia kuat seperti amonia dan hidrogen peroksida. Amonia berfungsi membuka lapisan kutikula rambut agar pigmen warna dapat masuk, sementara hidrogen peroksida menghilangkan pigmen alami rambut atau melanin dan memicu reaksi oksidasi.

Proses ini secara signifikan memengaruhi struktur protein keratin yang bertanggung jawab menjaga kekuatan dan elastisitas rambut.

Kerusakan pada kutikula meningkatkan porositas rambut, membuatnya lebih rentan kehilangan kelembapan alami dan protein esensial.

Akibatnya, rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, kering, kusam, dan sulit diatur. Penggunaan developer dengan tingkat level yang tinggi memang membuat warna rambut lebih terang, namun juga meningkatkan risiko iritasi dan kerusakan yang lebih parah.

2. Pelurusan dan Pengeritingan Rambut Kimia

Proses pelurusan dan pengeritingan rambut kimia seperti smoothing, rebonding, atau perming, menggunakan bahan kimia kuat seperti tioglikolat atau formaldehid. Bahan-bahan ini bekerja dengan memecah ikatan disulfida di dalam korteks rambut, ikatan penting untuk menjaga bentuk dan kekuatannya.

Setelah ikatan dipecah, rambut kemudian dibentuk ulang, baik diluruskan atau dikeriting, dan ikatan baru dibentuk kembali dengan bantuan bahan kimia lain.

Proses ini secara signifikan melemahkan struktur internal rambut, membuatnya rentan terhadap kerusakan.

Selain bahan kimia, penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi seperti catokan selama proses pelurusan juga berkontribusi besar pada kerusakan.

Rambut kehilangan kelembapan esensial, protein, dan nutrisi penting, menyebabkan kondisi rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, kusam, kasar, serta muncul ujung bercabang.

Dalam kasus parah, folikel rambut bisa melemah dan menyebabkan kerontokan rambut yang tidak terkendali.

Kerusakan akibat proses kimia ini memerlukan penanganan khusus untuk mengembalikan kekuatan dan kilau alami rambut.

Kerusakan rambut juga dapat dipicu oleh paparan panas berlebih dari alat catok, hair dryer, atau pengeriting rambut secara rutin. Sinar matahari dan polusi juga dapat merusak struktur rambut, membuat rambut kotor dan lemah.

Kebiasaan perawatan rambut yang salah juga berkontribusi pada kerusakan, seperti keramas berlebihan atau menggunakan sampo yang terlalu keras yang menghilangkan minyak alami rambut.

Menyisir rambut terlalu sering atau kasar, terutama saat basah, dapat menyebabkan rambut patah dan rontok.

Penggunaan produk rambut dengan bahan kimia berbahaya seperti sulfat, paraben, atau formaldehida dalam sampo juga perlu diwaspadai.

Kekurangan nutrisi akibat pola makan tidak sehat, stres jangka panjang, serta kondisi medis tertentu seperti anoreksia, hipotiroidisme, atau perubahan hormon pada ibu hamil, juga dapat memengaruhi kualitas rambut.

Untuk mengatasi rambut rusak, perawatan mendalam diperlukan.

Kamu bisa menggunakan kondisioner yang tepat setelah keramas untuk menjaga kelembapan, serta mengaplikasikan masker rambut alami atau produk masker rambut secara rutin setidaknya seminggu sekali.

Mengoleskan minyak alami seperti minyak kelapa atau minyak argan, serta serum rambut, dapat melembapkan dan melindungi rambut.

Batasi penggunaan alat penata rambut panas, dan berikan jeda waktu yang cukup antar proses kimia seperti pewarnaan atau pelurusan.

Melindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung dan polusi juga penting. Potong ujung rambut secara berkala, setidaknya setiap dua bulan sekali, untuk mencegah kerusakan merambat ke atas.

Pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan nutrisi untuk rambut melalui pola makan sehat dan mengelola stres juga berperan besar.

Hindari keramas berlebihan, gunakan sampo yang lembut, dan sisir rambut dengan hati-hati.

Mengenali tanda-tanda kerusakan rambut sejak dini penting untuk penanganan yang tepat.

Dengan perawatan yang intensif, konsisten, dan terfokus pada pengembalian kelembapan, nutrisi, serta kekuatan rambut, rambut rusak dapat kembali sehat.

Pemilihan teknik penataan rambut yang tepat dan penggunaan bahan kimia secara bijak berperan penting dalam mencegah kerusakan rambut lebih lanjut.

Jika kerusakan rambut tidak membaik, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli perawatan rambut untuk penanganan lebih lanjut.

Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi terkini sebelum membuat keputusan terkait perawatan rambut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: lumbungpare.org, alodokter.com, hellosehat.com, clearhaircare.com, dove.com, halodoc.com, cnnindonesia.com, hairenergy.co.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update