Selasa, 01 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

10 Penyebab Ketombe pada Rambut yang Perlu Diketahui

✍️ Dewi 🕒 01 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
ketombe parah
ketombe parah Foto: klikdokter.com

Pahami sepuluh penyebab utama ketombe pada rambut, mulai dari dermatitis seboroik hingga kebiasaan perawatan yang kurang tepat, untuk membantu mengatasinya secara efektif.

Sepuluh faktor utama pemicu ketombe, masalah kulit kepala umum, seringkali ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan.

Kondisi ini sering disertai rasa gatal dan dapat mengganggu penampilan serta menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Ketombe terjadi ketika proses pergantian sel kulit kepala berlangsung terlalu cepat, menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang terlihat jelas.

Berbagai faktor dapat memicu atau memperparah ketombe, baik dari kondisi kulit kepala itu sendiri maupun kebiasaan perawatan rambut dan gaya hidup.

1. Dermatitis Seboroik

Ini adalah salah satu penyebab ketombe yang paling umum, ditandai dengan kulit kepala yang meradang, berminyak, dan ditutupi oleh sisik berwarna putih atau kuning.

Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit kronis yang menyebabkan kulit bersisik, gatal, dan kemerahan.

Pada kulit kepala, kondisi ini memicu pengelupasan sel kulit mati yang berlebihan, membentuk serpihan ketombe yang berminyak.

2. Infeksi Jamur Malassezia globosa

Jamur Malassezia globosa secara alami hidup di kulit kepala kebanyakan orang dewasa, namun pada beberapa individu, jamur ini dapat tumbuh berlebihan dan menyebabkan iritasi.

Jamur ini menggunakan minyak (sebum) di kulit kepala sebagai makanannya.

Ketika berkembang biak secara berlebihan, Malassezia globosa menghasilkan asam oleat yang mengiritasi kulit kepala, mempercepat proses pembentukan dan pengelupasan sel kulit kepala, sehingga menghasilkan serpihan ketombe.

3. Kulit Kepala Kering

Ketombe yang disebabkan oleh kulit kepala kering umumnya memiliki serpihan yang lebih kecil, berwarna putih, dan tidak terlalu berminyak.

Kulit kepala juga sering terasa kencang dan gatal, menunjukkan kurangnya kelembapan.

Paparan suhu dingin atau lingkungan yang kering dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan mengelupas, membentuk serpihan-serpihan kecil yang mirip ketombe.

4. Kulit Kepala Berminyak

Produksi minyak berlebih di kulit kepala dapat memicu ketombe dengan serpihan yang cenderung lebih besar, berwarna kekuningan, dan terasa lebih berminyak.

Minyak berlebih (sebum) ini dapat bercampur dengan debu dan kotoran, menciptakan lingkungan yang lembap dan ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia.

Kondisi ini kemudian memicu peradangan dan pengelupasan sel kulit mati yang lebih cepat.

5. Reaksi Produk Rambut Tidak Cocok

Reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan kimia dalam produk perawatan rambut, seperti sampo, kondisioner, pewarna rambut, hairspray, atau gel, dapat menyebabkan dermatitis kontak.

Gejalanya bisa berupa kulit kepala kemerahan, gatal, bersisik, atau bahkan melepuh.

Bahan kimia yang kuat dalam produk tertentu dapat mengiritasi kulit kepala yang sensitif, memicu peradangan dan munculnya ketombe.

6. Kebersihan Kulit Kepala Kurang

Penumpukan minyak, sel kulit mati, dan kotoran di kulit kepala yang tidak dibersihkan secara rutin merupakan salah satu penyebab ketombe.

Jika rambut tidak dicuci secara teratur, minyak alami (sebum) dan sel-sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala.

Penumpukan ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur dan bakteri, yang pada akhirnya dapat menyebabkan ketombe.

7. Pembilasan Rambut Tidak Tuntas

Residu produk perawatan rambut yang tertinggal di kulit kepala setelah keramas dapat menjadi pemicu ketombe.

Tidak membilas sampo atau kondisioner secara menyeluruh dapat meninggalkan sisa-sisa produk di kulit kepala.

Residu ini dapat bercampur dengan minyak alami dan kotoran, menyebabkan iritasi dan pembentukan serpihan ketombe.

8. Pengaruh Stres

Stres tidak secara langsung menyebabkan ketombe, tetapi dapat memperburuk kondisi kulit kepala yang sudah ada.

Ketombe dapat memburuk saat seseorang mengalami tingkat stres yang tinggi karena stres dapat membuat kulit kepala menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi.

Hal ini juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh yang memicu pertumbuhan jamur Malassezia.

9. Fluktuasi Hormon

Ketombe yang muncul atau memburuk selama periode perubahan hormon, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause, seringkali berkaitan dengan fluktuasi hormon. Perubahan hormon dapat memengaruhi produksi minyak di kulit kepala.

Peningkatan produksi minyak dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan jamur Malassezia, sehingga memperburuk masalah ketombe.

10. Kondisi Kulit Lainnya

Ketombe dapat disertai dengan gejala penyakit kulit lain seperti eksim atau psoriasis.

Kondisi kulit kepala tertentu seperti eksim (dermatitis atopik) atau psoriasis dapat menyebabkan pengelupasan kulit yang parah dan gatal.

Masalah ini seringkali disalahartikan atau memperparah ketombe, bahkan kurap kulit kepala (scalp ringworm) juga dapat menyebabkan serpihan dan gatal.

Memahami berbagai penyebab ketombe adalah langkah pertama yang krusial untuk mengatasinya secara efektif. Ketombe bukanlah masalah sepele yang hanya mengganggu penampilan, melainkan indikasi adanya ketidakseimbangan pada kulit kepala.

Dengan mengidentifikasi pemicu spesifik, baik itu kondisi kulit seperti dermatitis seboroik atau jamur Malassezia, hingga faktor eksternal seperti produk rambut yang tidak cocok, kebersihan yang kurang, atau bahkan stres dan perubahan hormon, penanganan yang tepat dapat dipilih.

Konsultasi dengan dokter kulit disarankan jika ketombe tidak membaik dengan perawatan rumahan atau disertai gejala parah lainnya.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: siloamhospitals.com, hellosehat.com, kalbarprov.go.id, columbiaasia.co.id, alodokter.com, headandshoulders.co.id, zalora.co.id, dove.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update